Sebanyak 6,4 juta lebih siswa SD dan SMP di Jawa Barat, bakal menerima Dana Operasional Sekolah dari pemerintah. Jumlah itu terdiri dari 4,8 juta lebih siswa SD/SD LB negeri/swasta dan 1,6 juta lebih siswa SMP/SMP LB/SMP terbuka/negeri/swasta. Setiap siswa SD akan menerima dana BOS sebesar Rp 580 ribu dan siswa SMP sebesar Rp 710 ribu.
Total dana BOS untuk 6,4 juta siswa itu mencapai Rp 4,1 triliun lebih Dana BOS tersebut langsung masuk ke 24.000 rekening Bank BJB masing-masing sekolah yang sengaja dibuat untuk menyalurkan dana BOS tersebut dari kas Pemprov. Jabar. Penyaluran dana BOS dimulai sejak Senin (9/12) kemarin yang dilakukan secara simbolis di aula barat Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung.
"Program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka Wajib Belajar 9 Tahun. BOS juga bertujuan membebaskan pungutan bagi seluruh siswa SD/SDLB negeri dan SMP/SMPLB/SMPT (terbuka) negeri terhadap biaya operasi sekolah, kecuali pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Sumbangan/pungutan bagi sekolah RSBI dan SBI harus tetap mempertimbangkan fungsi pendidikan sebagai kegiatan nirlaba, sehingga sumbangan/pungutan tidak boleh berlebih. Juga membebaskan pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun, baik di sekolah negeri maupun swasta dan meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah swasta," kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Senin kemarin.
Gubernur mengatakan, untuk tahun ini, proses penyaluran dana BOS kembali seperti awal yaitu dikelola Pemprov dan langsung disalurkan ke rekening tiap sekolah. Di tahun 2011, dana BOS masuk ke rekening kabupaten dan kota. Namun cara itu ternyata tidak efektif karena ada beberapa daerah yang baru mencairkan dana BOS di bulan Juni. "Dulu kan masuk ke dana dekonsentrasi. Sekarang masuk ke dana bantuan di pemprov. Makanya APBD Pemprov Jabar di tahun 2012 membengkak jadi Rp 16 triliun lebih. Padahal itu termasuk dana BOS dari pusat sebesar Rp 4,1 triliun. Untuk triwulan pertama, dana yang disalurkan mencapai Rp 1 triliun," ucapnya.
Dua Tahap
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Prov. Jabar Wahyudin Zarkasih menambahkan, proses penyaluran dana BOS tahun 2012 memang ada perubahan yang signifikan dibanding tahun 2011. Proses penyaluran dari tingkat pusat hingga ke sekolah, melalui dua tahap. "Tahap pertama, penyaluran dana dari kas umum negara (KUN) ke kas umum daerah (KUD) provinsi. Mekanisme penyaluran dana dan pelaporannya diatur dalam permenkeu. Tahap kedua, dari KUD provinsi baru disalurkan ke rekening sekolah yang mekanisme penyaluran dan pelaporannya diatur dalam permendagri," ucapnya.
Mekanisme penyaluran yang dianut saat ini, kata Wahyudin, jauh lebih sederhana dan lebih cepat tersalurkan ke sekolah. Sementara, cara penyaluran di tahun 2011 lebih rumit dan menyulitkan. "Maksudnya memang baik yaitu bisa lebih terkendali dan sesuai dengan otda. Tapi cara penyaluran tahun kemarin itu malah bikin rumit. Saat pencairan pun harus ada syaratnya yaitu bikin proposal, ada nomor rekening dan panitia pengelola," katanya. (A-128/A-160)*** Pikiran Rakyat
- Entri Terbaru
- Komentar
Entri Populer
Like Box
Tags
Alumni
ANTARA
Artikel
Bisnis Indonesia
BOS
BSNP
DetikCom
Disdik
Donasi
eKTP
Eskul
Forum Diskusi
Galeri
Goesmart
Hardiknas
Info
IT
Jambi Independent
Kalender Pendidikan
Kesiswaan
Kompas
Kontak Kami
Kurikulum
Media Indonesia
Media Online
Metrotvnews
NUPTK
OSIS
Pengembangan Diri
PGRI cabang Conggeang
Pikiran Rakyat
Profil
Puisi
Republika
Sekapur Sirih
Seni Budaya
Sepak Takraw
SINDO
Suara Karya
SuaraMerdeka
TribunNews
Ultah NESCO
UN
Visi dan Misi
Wawasan Wiyatamandala
youtube



0 komentar