Oleh : Deden Hasanudin S.Pd. (Guru Matematika di SMPN 1 Conggeang)
Bila saya merenung tentang karakter anak didik saya di kelas – kelas yang saya tangani, terdapat karakter siswa yang berbeda-beda. Meskipun Flourance Littaur dalam bukunya yang berjudul Personality Plus membagi kepribadian manusia menjadi 4 karakter dominan yaitu Koleris, Sanguinis, Melankolis dan Plegmatis. tetapi pada kenyataannya saya menjumpai karakter siswa yang lebih kompeks yang mungkin merupakan campuran atau perpaduan dari 4 karakter dominan tersebut. Di bawah ini saya akan mencoba menafsirkan ke 4 tipe kepribadian manusia menurut Flourance Littaur tersebut Kedalam ciri-ciri karakter siswa yang terdapat dikelas.
Siswa yang karakternya dominan koleris, memiliki kecenderungan ingin mengerjakan sesuatu dengan caranya sendiri, siswa tersebut kreatif bahkan mereka kadang tidak mau sama dengan contoh/manual yang diberikan guru atau buku. Siswa tersebut akan berusaha keras mengerjakan sesuatu sampai tuntas siswa tersebut cukup berani menerjang hambatan. Mereka cukup berani mencalonkan diri jadi pemimpin, mereka menikmati jadi pemimpin. Mereka tidak suka dipaksa melakukan sesuatu, tetapi mereka menyukai mengatur orang lain. Mereka tidak suka diperintah orang lain Siswa dengan tipe ini disekolah kelihatan sombong, mereka biasanya kurang berperasaan terhadap siwa yang lain tetapi untuk hal – hal tertentu mereka cukup bisa diandalkan.
Siswa yang karakternya dominan sanguinis, mereka memiliki kecenderungan bekerja kurang memakai rencana, sangat sering suka menunda-nunda suatu pekerjaan dan cenderung menganggap enteng PR atau tugas lainnya.Sikapnya cenderung seenaknya, Kalau ada keramaian disekolah seperti jeda tengah semester atau acara hiburan lain dia ingin kelihatan paling menonjol. Kalau mengerjakan sesuatu suka bertele-tele karena ingin ada kesempatan bermain. Pakaian dan tingkah lakunya nyentrik dan sering suka cletak cletuk di dalam kelas. Didalam kelas biasanya suka tertawa paling keras bila guru bercerita humor, mereka cenderung kurang bertanggung jawab bila diberi suatu pekerjaan.
Siswa yang karakternya dominan Melankolis, mereka memiliki kecenderungan senang merencanakan dengan detail, pekerjaannya teratur, rapi dan sistematis. Kalau mengerjakan sesuatu ada contoh atau manual dia akan sesuaikan dengan contoh/manual dan memilih cara terbaik. Siswa tersebut tekun dan serius. Kalau dia ditegur guru maka bagi dia akan menjadi pikirin yang berkepanjanagan, wajahnya akan muram. Siswa ini juga gampang tersentuh perasannya untuk berempati terhadap temannya yang kesusahan. Mereka kurang mau bila mengerjakan sesuatu asal-asalan, mereka akan mengerjakan PR dengan cara yang detail dan tulisan yang sistematis.
Siswa yang karakternya dominan Plegmatis, biasanya mereka senang duduk dibelakang, penyabar, susah untuk marah, tidak suka banyak bicara, damai dan tidak suka bertengkar, kalau ada hal yang diperdebatkan atau dperebutkan mereka sering mengalah. Biasanya siswa dengan karakter ini juga tidak suka menonjol dikeramaian. Siswa ini gampang menerima pendapat orang, mengerjakan sesuatu dengan cara yang paling mudah saja, siswa ini kurang punya ambisi, mereka biasanya punya kesetiaan yang bagus, mereka mau setia pada orang lain meskipun usia atau kepintarannya dibawah mereka, serta biasanya mereka jarang mau dijadikan seorang pemimpin atau KM di kelasnya.
Berdasarkan sedikit pengalaman yang saya miliki, maka terdapat kecenderungan- kecenderungan pemikiran bagi saya bagaimana cara saya meyampaikan konsep dan cara pendekatan personal yang agak berbeda terhadap masing-masing karakter yang dimiliki oleh tiap- tiap diri siswa tersebut. Tapi pengalaman ini tentunya belum terlalu meyakinkan bagi saya sekalipun, karena keterbatasan alokasi waktu dikelas, kompleksnya tipe kepribadian pada suatu kelas , dan masih adanya paradigma “Guru harus memperlakukan semua siswa dengan perlakuan yang sama”. Saya justru memiliki paradigma “Guru harus memperlakukan semua siswa dengan adil”, adil disini bisa berarti guru memahami karater kepribadian dominan setiap siswa, dengan begitu guru akan memperlakukan siswa mempertimbangkan kepribadiannya agar siswa belajar bisa lebih optimal. Pertimbangan Perlakuan perlakuan terhadap siswa/ terhadap masing-masing karakter siswa berdasarkan sedikit pengalaman yang saya miliki adalah sebagai berikut.
Bagi Siswa yang memiliki karakter Sanguinis lebih baik materi disampaikan to the point, belajar pakai humor, latihan sedikit dan variatif, mereka ingin didengar ceritanya. mereka perlu sering diingatkan ketelitian, mereka butuh cerita baru pada setiap pertemuan. Kelemahan umum mereka yang berkarakter sanguinis ini adalah kurang teliti dan pemaham konsep yang kurang menyeluruh. Oleh karena itu mereka harus sering ditanya lagi mengenai konsep yang sudah dipelajari dan menanyakan konsep itu bagian dari apa dan apa yang ada didalamnya. Mereka perlu diberikan pemahaman bahwa menahan diri untuk tidak melakukan hal yang sia-sia itu adalah sebuah pencapaian. Pada waktu kerja kelomok mereka perlu disadarka untuk memerhatikan temuan atau ide- ide dari teman-temannya.
Bagi Siswa yang memiliki karakter Koleris. Sepertinya sebaiknya suasana belajar lebih baik dibuat lebih serius serius, kelas dibuat relatif cukup sepi, bagi mereka berikan banyak latihan soal yang menantang, berikan acungan jempol dan tepuk tangan bagi setiap kreativitas mereka, bicarakan tentang masa depan, dan berikan pemahan bahwa kita sebagai manusia harus belajar memahami perasaan orang lain. Kelemahan umum pada diri mereka adalah terlalu percaya diri, pada waktu kerja kelomok kita perlu mengingatkan agar mereka mau memberi waktu pada temannya untuk memberikan ide.
Bagi Siswa yang memiliki karakter Melankolis, lebih baik materi dibuat detail, berikan waktu mencatat, belajar serius dan kelas dibuat relatif sepi, mereka perlu sekali perhatian dan jangan disalahkan. Kecenderungan kelemahan umum mereka adalah menghindari materi yang sulit-sulit, karena mereka akan merasa kesusahan untuk tahu setiap prosesnya, tetapi bila mereka dipuji dan dihargai, mereka akan mengerjan soal debgan sesempurna yang mereka bisa. Pada waktu kerja kelompok mereka perlu diberi kesempatan melihat kira –kira apa kekurangan atau detil apa yang diperlikan agar pekerjaan terselesaikan dan masalah terpecahkan.
Bagi Siswa yang memiliki karakter Plegmatis biasanya mereka memerlukan belajar yang cukup fleksibel, sedikit saja latihan soal, arahkan terus untuk mengerjakan dan menyelesaikan soal, motivasi belajar mereka harus sering dibangun dan dikontrol. Biasanya dalam kerja kelompok mereka cenderung mengekor ke orang lain, karena itu kita sebagai guru perlu menghargai mereka dengan cara mendengarkan hasil pemikirannya.
Itulah mungkin sekelumit tulisan sederhana saya, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua sebagai guru. bila ada kata kita pada kalimati-kalimat diatas maksudnya adalah kita = Guru, karena dilandasi kecintaan saya sebagai guru yang harus selalu belajar, karena setiap guru akan selalu merasa kekurangan pengetahuan untuk membuat pembelajaran, bernilai (meaning) dan bermakna(value) bagi setiap pembelajarnya. Mudah-mudahan dimasa yang akan datang wajah pendidikan kita bisa diisi oleh budaya kejujuran , keterbukaaan, dan bukan kepura-puraan. Kita juga harus selalu mengingat bahwa pembelajaran dikelas-kelas kita. Adalah pembelajaran miniatur masayarakat kita dimasa yang akan datang, karena hampir semua individu bangsa kita ikut sekolah, maka diakui atau tidak sekolah ikut berandil besar dalam membentuk karaktr masyarakat kita. Semua tulisan ini tidak bermaksud menyinggung siapaun serta ijinkanlah penulis meMohon maaf kepada semua pembaca. Tidak Lupa penulis sampaikan Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semuanya. Wabillahi taufik walhidayah wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.


0 komentar