Sebanyak 247 Guru tidak Mendapat Tunjangan Profesi

Sebanyak 247 guru SD dan SMP di Jawa Barat tidak diloloskan pembayaran tunjangan profesinya pada 2011 lalu. Berbagai alasan menjadi penyebab mulai dari alasan pensiun, meninggal dunia, dan tidak memenuhi kriteria.

“Jadi dari kuota 15.340 guru yang menerima tunjangan profesi di 2011 ada 247 guru yang tunjangannya tidak diloloskan. Selain alasan tadi ada juga yang disebabkan statusnya sebagai Guru Tidak Tetap (GTT), alih jenjang dari SMP ke SMA, atau pindah dari tenaga fungsional menjadi tenaga struktural,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dede Hasan Kamis (5/1).

Dede menjelaskan, sepanjang 2011 dari kuota 15.340 guru yang menerima tunjangan profesi, sudah direalisasikan sebesar Rp 399,376 miliar lebih atau sekitar 97 persen. "Sebab ada 247 yang tidak diloloskan tadi, maka dari itu ada sisa pagu anggaran mencapai Rp 15,907 miliar lebih dan dananya masih ada di kas negara," ujarnya.

Secara keseluruhan, kata Dede, dana tunjangan untuk guru tingkat SD dan SMP di Jawa Barat mencapai Rp 974,716 milyar lebih. Dari jumlah tersebut yang sudah dicairkan sekitar Rp 953,075 milyar untuk kuota 158.528 guru yang menerima tunjangan sepanjang tahun 2011.

“Sebetulnya sudah tuntas. Kalau dilihat satu per satu, misalnya tunjangan profesi keterserapannya 97 persen, tunjangan fungsional 98,84 persen, tunjangan kualifikasi 100 persen, dan tunjangan daerah khusus mencapai 99,98 persen. Totalnya terealisasi 97,78 persen dengan sisa pagu anggaran mencapai Rp 21,641 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBN baik murni ataupun perubahan 2011, dan sisa anggaran tersimpan di kas negara," katanya.(A-157)*** Pikiran Rakyat
Tags: ,

0 komentar

Leave a Reply